Showing posts with label Jurnal. Show all posts
Showing posts with label Jurnal. Show all posts

Wednesday, January 3, 2018

Pengaruh Program Pengampunan Pajak Terhadap Efektivitas Penerimaan Pajak di Indonesia

January 03, 2018 0 Comments


Pajak adalah sumber penerimaan negara terbesar dimana pendapatan negara yang berasal dari sektor perpajakan hampir mencapai 80% dari total penerimaan negara (Supramono & Damayanti, 2010:1). Hal ini yang kemudian membuat pajak menjadi salah satu sumber penerimaan negara yang sangat penting bagi pelaksanaan dan peningkatan pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sangat diharapkan partisipasi masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memberikan kontribusinya bagi peningkatan pendapatan negara dengan mengikuti wajib pajak.

Namun, penerimaan perpajakan masih terbilang rendah dan belum optimal. Salah satu upaya yang diberikan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan penerimaan pajak tanpa menambah beban yaitu dengan program pengampunan pajak atau tax amnesty. Tax amnesty merupakan program pengampunan pajak yang diberikan oleh pemerintah kepada wajib pajak berupa penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan dari sanksi pidana di bidang perpajakan yang dimana wajib pajak diminta untuk melaporkan harta yang diperolehnya di Tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki serta membayar uang tebusan.

Sumber :

Penerapan Wajib Militer di Indonesia

January 03, 2018 0 Comments


Bangsa Yang Kuat Adalah Bangsa Yang Mampu Menjaga Dan Memperjuangkan Segenap Tumpah Darahnya Dari Segala Bentuk Intervensi Demi Mempertahankan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia “ Jenderal Sudirman” . Oleh karena itu perlu upaya negara untuk dapat mempertahankan dan memperjuangkan kadualatannya dalam menciptakan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kuat dan berdaulat sehingga mampu memperjuangkan segala bentuk tumpah darahnya di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu upayanya yaitu dengan wajib militer. Wajib militer adalah kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda terutama pria, biasanya antara 18 - 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara dan mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan seorang itu sendiri.

Sumber :

Analisis Tingkat Kerusakan Lemak Nabati dan Lemak Hewani Akibat Proses Pemanasan

January 03, 2018 0 Comments


Lemak dan minyak adalah zat makanan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia serta lemak dan minyak juga merupakan sumber energy yang lebih efektif dibandingkan protein dan karbohidrat. Lemak nabati adalah sejenis minyak yang terbuat dari tumbuhan dan banyak digunakan dalam makanan sebagai perisa rasa (flavor), untuk menggoreng dan memasak. Lemak hewani diperoleh dari jaringan lemak daging ayam, sapi dan babi yang diperoleh dari Rumah Pemotongan Hewan.

Kerusakan minyak selama proses penggorengan akan mempengaruhi mutu dan nilai gizi dari bahan pangan yang digoreng. Pada lemak dan minyak dikenal dua tipe kerusakan, yaitu ketengikan dan hidrolisis. Ketengikan terjadi jika komponen cita rasa dan bau mudah menguap terbentuk sebagai akibat kerusakan oksidatif dari lemak dan minyak yang tak jenuh. Kerusakan minyak yang menimbulkan ketengikan dapat terjadi karena proses pemanasan. Proses pengujian untuk mengetahui tingkat kerusakan dan stabilitas asam lemak dari beberapa produk lemak nabati dan hewani yang dipanaskan dapat melalui analisi kandungan malondialdehid.

Sumber :

http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/valensi/article/view/237/152

Upaya Perpustakaan dalam Mengentaskan Kesenjangan Informasi Masyarakat

January 03, 2018 0 Comments

Perpustakaan sebagai media pembelajaran dan pusat informasi secara umum belum dapat menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat. Apresiasi masyarakat terhadap perpustakaan pun terbilang rendah. Untuk itu perlu upaya untuk mengentaskan kesenjangan informasi pada masyarakat yang sangat minim ini. Kesenjangan informasi pada masyarakat ini terjadi karena kehadiran perpustakaan di tengah masyarakat belum dapat memberikan yang terbaik dalam memposisikan dirinya sebagai salah satu lembaga yang dapat memberikan kontribusi langsung dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara umum dan kehadiran perpustakaan di tengah masyarakat belum dapat dioptimalkan serta diberdayakan sebagai sentra penyedia informasi dan pusat pembelajaran masyarakat.

Perpustakaan sebagai sentral informasi rakyat harusnya dijadikan sebagai barometer dalam perwujudan hak perolehan informasi masyaralat dengan mengembangkan dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat aktivitas masyarakat. Rendahnya pertumbuhan perpustakaan di tanah air pun harus diupayakan melalui gerakan nasional dengan konsep kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan pelaku bisnis untuk menjadikan pembangunan perpustakaan termasuk pada skala prioritas pembangunan nasional.

Sumber :

Kritik Publik Terhadap Film Innocence of Moslem

January 03, 2018 0 Comments


Isu hangat tentang penghinaan Nabi Muhammad yang dilakukan oleh sutradara keturunan Yahudi telah menggemparkan dunia. Isu yang menyedot perhatian public Indonesia adalah berita tentang film “Innocence of Moslem”. Public Indonesia yang sebagian besar muslim hampir selalu menyampaikan penilaian negative terhadap tindak anti-Islam walaupun ada sebagai kecil public yang mencoba melawan arus untuk mendinginkan situasi.

Masyarakat Indonesia memiliki penilaian negative terhadap kemunculan film ini karena masyarakat menilai apa yang telah digambarkan dalam film tersebut tidak benar dan menganggap film tersebut telah menimbulkan keresahan serta menjadi pemicu utama kekacauan di dunia. Sebagian besar menganggap bahwa kekerasan yang terjadi hanyalah buntut dari pelecehan yang tidak ditangani dengan baik oleh pihak AS. Sebagian lainnya meyakini bahwa tindak kekerasan hanya akan menimbulkan korban dan tidak menyelesaikan masalah.


Sumber :





Wednesday, December 20, 2017

Representation of Masculinity in Twilight

December 20, 2017 2 Comments


Artikel ini merupakan studi representasi maskulinitas dalam film Twilight. Ini adalah seri pertama dari The Twilight Saga yang terdiri dari lima film fiksi bergende romansa. Di sini, penulis menggunakan representasi Stuart Hall untuk membangun maskulinitas dari karakter utama, Edward Cullen . Konsep yang digunakan adalah konsep maskulinitas itu dari Janet Saltzman Chafetz yang membagi konsep ke dalam tujuh bidang yaitu , penampilan fisik, agresif, emosional, intelektual, interpersonal, dan lainnya karakteristik pribadi fungsional seksual . Konsep-konsep yang digunakan untuk membedah maskulinitas dalam karajter Edward Cullen. Setelah itu , telah diakui bahwa Edward memiliki maskulinitas tradisional yang memiliki keenam dari tujuh bidang karakteristik maskulinitas itu . Dia berani, mendominasi, memimpin, tanpa emosi, sedikit agresif, dan menunjukkan sisi maskulinitas hegemonik yang tersirat dalam dirinya. Hal ini dapat diakui bahwa ada makna dominasi dan superioritas dia ke Bella.


Jika ingin mengetahui lebih lanjut, klik link di bawah ini


Bahan Pustaka Menjadi Tema Sentral Skripsi Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Jakarta

December 20, 2017 2 Comments


Artikel ini merupakan hasil penelitian deskriptif kuantitatif mengenai perkembangan ilmu perpustakaan pada Prodi Ilmu Perpustakaan FAH-UIN Jakarta, yang dilakukan dengan cara pemetaan tema skripsi mahasiswa tahun 2003-2012. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa dari 244 judul skripsi diperoleh 30 tema pokok, dan terdapat lima tema pokok yang dominan, yaitu. 1). bahan pustaka sebanyak 60 judul (24,59%), terkategori menjadi: bahan pustaka format tertentu, bahan pustaka bidang tertentu, bahan pustaka koleksi perpustakaan tertentu, dan bahan pustaka secara umum, dengan fokus pembahasan pada aspek pengadaan, ketersediaan, kepuasan pemakai, pemanfaatan, evaluasi, penyiangan, pengembangan, perkembangan, persepsi pengguna, pengelolaan, dsb. 2)layanan perpustakaan yaitu 36 judul (14,75%), tema ketiga ‘perpustakaan sekolah’ sebanyak 31 judul (12,70%), dan tema keempat ‘pengembangan koleksi’ dengan frekuensi 26 judul (10,66 %), dan tema kelima ‘teknologi informasi’ sebanyak 16 judul (6,56 %). Tema yang paling jarang dibahas (hanya satu kali dalam periode 2003-2012):‘analisis sitasi, story teling, gedung perpustakaan, kerjasama antar perpustakaan, komunikasi ilmiah, perpustakaan daerah, perpustakaan digital, perpustakaan masjid, dan sistem jaringan informasi’. Disimpulkan, kecenderungan skripsi mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan FAH-UIN Jakarta adalah pada tema ‘pengembangan koleksi’ terutama tentang bahan pustaka, karena tema ini muncul secara signifikan hampir pada setiap tahun, disamping tema ‘pengembangan koleksi’ itu sendiri juga menjadi tema dominan yang keempat. Itulah arah atau kecenderungan umum dari perkembangan keilmuan yang ada pada prodi tersebut selama kurun waktu 2003-2012


Jika ingin mengetahui lebih lanjut, klik link di bawah ini
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/32815/1/Bahan%20Pustaka%20Menjadi%20Tema%20Sentral%20Skripsi%20Mahasiswa.pdf 

Tuesday, December 19, 2017

Evaluasi Tata Ruang dan Sarana Perpustakaan Institut Teknologi Indonesia berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Perguruan Tinggi tahun 2011 dan Perspektif Pemustaka

December 19, 2017 0 Comments


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata ruang dan sarana Perpustakaan ITI berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Perguruan Tinggi Tahun 2011 serta tata ruang dan sarana Perpustakaan ITI berdasarkan perspektif pemustaka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, angket, wawancara dan kajian dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase dan menggunakan skala likert untuk memberikan skor pada tiap item pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang dan sarana di Perpustakaan ITI berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Perguruan Tinggi Tahun 2011, yaitu aspek lokasi dan sarana perpustakaan, seperti perabot kerja, perabot penyimpanan, dan peralatan multimedia yang sudah sesuai dengan standar tersebut. Sedangkan untuk tata ruang dan sarana di Perpustakaan ITI berdasarkan perspektif pemustaka, sebagian besar pemustaka setuju dengan aspek-aspek tata ruang Perpustakaan ITI yang sudah ada, namun menyatakan perlu diadakannya penambahan jenis ruang layanan audiovisual dan ruang toilet, lobi, seminar/ terater serta sarana perpustakaan yang dibutuhkan oleh pemustaka. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: berdasarkan Standar Nasional Perpustaakaan (SNP) Perguruan Tinggi Tahun 2011, yaitu aspek lokasi yang mudah dijangkau dan berada dalam pusat kegiatan pembelajaran yang sudah sesuai dengan standar tersebut dan sarana perpustakaan, seperti perabot kerja, perabot penyimpanan, dan peralatan multimedia. Sedangkan berdasarkan perspektif pemustaka, sebagian besar pemustaka setuju dengan tata ruang dan sarana Perpustakaan ITI yang sudah ada, seperti lokasi perpustakaan yang mudah dijangkau dan berada di pusat kegiatan pembelajaran, penataan ruang yang membuat pemustaka nyaman dan leluasa untuk bergerak, pengawasan dan keamanan yang baik, pencahayaan/ penerangan yang baik sehingga mata tidak cepat lelah, sirkulasi udara yang baik sehingga tidak terasa pengap ketika berada di ruang Perpustakaan ITI, serta sarana perpustakaan yang juga sudah tertata dengan baik dan rapi. Namun, pemustaka merasa perlu adanya penambahan jenis ruang layanan audiovisual, toilet, seminar/ teater, dan lobi, serta sarana perpustakaan, seperti papan pengumuman dan komputer untuk pencarian koleksi.



Jika ingin mengetahui lebih lanjut, klik link di bawah ini :

Penerapan Layanan Mandiri dalam Sistem Peminjaman dan Pengembangan Koleksi Berbasis RFID pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Barat

December 19, 2017 0 Comments

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan layanan mandiri pada KPAK Jakarta Barat dan kendala-kendala penerapan layanan mandiri dan upaya dari KPAK Jakarta Barat dalam mengatasinya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu observasi, wawancara dengan 11 (sebelas) informan, dan kajian kepustakaan. Sedangkan, teknik analisis data yang dilakukan, yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dalam penerapannya KPAK Jakarta Barat menggunakan mesin layanan mandiri atau MPS (Multi Purpose Station) dan book drop dengan software LIBRA (Library RFID Automation). Tujuan layanan mandiri untuk membantu atau memudahkan pemustaka dalam melakukan peminjaman/pengembalian koleksi sudah mulai dirasakan oleh pemustaka, namun diakui oleh pihak perpustakaan memang belum maksimal tercapai. Selain itu, staf/pustakawan juga merasa layanan ini meringankan tugas staf layanan sirkulasi sehingga mereka mempunyai waktu luang untuk melakukan tugas lain. Keamanan koleksi juga lebih terjamin sejak diterapkannya RFID. Saat ini, layanan ini sudah cukup banyak digunakan oleh pemustaka yang biasa meminjam buku atau berkunjung ke KPAK Jakarta Barat. Sejak diterapkannya sampai sekarang sistem sudah berjalan lebih stabil, dibandingkan dahulu yang sering sekali sistem down atau error. Sosialisasi yang masih kurang maksimal membuat sebagian pemustaka tidak mengetahui adanya mesin layanan mandiri atau enggan menggunakan layanan mandiri ini. Hal ini terutama terjadi pada book drop, masih banyak pemustaka yang belum mengetahui mesin tersebut dan fungsinya ataupun cara
menggunakannya. Kendala yang dihadapi perpustakaan, yaitu terkait sistem atau jaringan yang terkadang error tetapi SDM perpustakaan belum mampu menangani. Hal yang bisa dilakukan pihak perpustakaan, yaitu melakukan peminjaman/pengembalian melalui petugas dan menghubungi teknisi BPAD. Kendala tersebut tentu menjadi penghalang dalam memberi layanan prima kepada pemustaka untuk itu sebaiknya perpustakaan merekrut tenaga ahli atau teknisi untuk layanan mandiri ini. Selain itu, sosialisasi perlu ditingkatkan bukan hanya dalam bentuk lisan tetapi juga dalam bentuk tertulis, sehingga lebih banyak lagi pemustaka yang mengetahui dan menggunakan layanan mandiri ini.


Jika ingin mengetahui lebih lanjut, klik link di bawah ini :

Mengenal Islam Indonesia Melalui Open Journal System

December 19, 2017 0 Comments

Tulisan ini berupaya untuk menggambarkan tentang upaya jurnal-jurnal Indonesia yang mengkaji Islam Indonesia dalam memperkenalkan Islam Indonesia ke dunia internasional dengan menggunakan software Open Journal System (OJS). Dalam tulisan ini jurnal yang dimaksud adalah jurnal di bawah Kementrian Agama yang telah terindeks oleh Scopus. Ketiga jurnal tersebut adalah Studia Islamika, al-Jami’ah dan Journal of Indonesian Islam (JIIS). Permasalahan utama yang akan dibahas dalam tulisan ini yaitu upaya apa yang dilakukan jurnal tersebut untuk memperkenalkan Islam Indonesia ke dunia Internasional dengan menggunakan OJS. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa upaya mengkaji Islam Indonesia oleh jurnal-jurnal tersebut dilakukan dengan cara menitikberatkan tema pembahasan jurnal pada Islam Indonesia atau nusantara. Setiap penulis yang berasal dari dalam maupun luar negeri wajib memberikan makalah yang bertema keindonesiaan dalam dua Bahasa Internasional yaitu Inggris dan Arab. Upaya untuk memperkenalkan Islam Indonesia ke dunia Internasional sangat terbuka dengan adanya software Open Journal System (OJS), dimana semua peminat kajian Islam di dunia dapat mengakses dan mendownliad artikel dalam jurnal-jurnal tersebut secara gratis. Ketiga jurnal tersebut kini sudah terindeks oleh sebuah pengindeks bereputasi yaitu Scopus. Dalam tulisan ini juga dibahas negara mana saja yang mengunjungi lama ketiga jurnal tersebut dan berapa jumlah kunjungan tersebut setiap harinya melalui aplikasi flag counter, super counter dan statcounter.



Jika ingin mengetahui lebih lanjut, klik link di bawah ini :

Follow Us @soratemplates